| Pengembara . Sebuah . Perjalanan |

"Sesungguhnya seseorang Muslim itu apabila berjalan di Jalan Dakwah, ia tidak berjalan dengan hatinya sahaja tetapi dibawa bersama hati saudara-saudaranya. Justeru itu, setiap pahala yang didapati di sepanjang perjalanannya, pasti akan terbias untuk saudara perjuangannya.."

Pages

Lilypie Kids Birthday tickers

Popular Posts

Showing posts with label Perkongsian Ilmu. Show all posts
Showing posts with label Perkongsian Ilmu. Show all posts

Al-Aqsha tetap di hati kita ^_^

Bismillah.

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,
Kebiasaannya seorang muslim melakukan i'tikaf di Bulan Ramadhan kerana ingin bersungguh-sungguh sebelum Bulan Allah itu berpisah dengan dirinya. Namun apa yang berlaku di Palestin, ada sekelompok muslim yang secara bergilir-gilir beri’tikaf di dalam Masjidil Aqsha semata-mata untuk menjadi benteng bahkan kalau perlu sebagai syuhada’ sebelum mereka benar-benar berpisah dengan Masjid Suci ini.
Masjid Suci hanya berada di tanah suci. Jika Masjidil Haram berada di tanah Makkah dan Masjid Nabawi berada di tanah Madinah, maka bagaimana mungkin Masjidil Aqsha mahu dipisahkan dari tanah Al Quds.
Tetapi, lihatlah keadaan sekarang ini dan bagaimanakah Umat Islam memperlakukan masjid ketiga umat Islam ini yang juga menjadi kiblat pertama umat Islam.
Setiap bulan Zulhijjah, kita akan melihat umat Islam berbondong-bondong bergerak ke  Makkah dan Madinah. Mereka akan bersungguh-sungguh mencari keutamaan di kedua tanah suci ini, solat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ini adalah kerana tidak ada yang menghalang gerakan mereka dan juga tidak ada yang menghadang kedatangan mereka. Pintu masuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi itu terbuka luas untuk setiap manusia yang sudah tidak membawa identiti lain selain kalimah tauhid sebagai identiti tunggal mereka. 

Tetapi ada yang berbeza dengan Masjid Terjauh itu. Umat Islam dihalang bila ingin memasukinya.
Silence is not an option! 

Setiap gerakan umat Islam yang mengarah ke Masjid Suci ini dihalang dengan penghadang serta ancaman. Sejak dari jarak jejari 200 km dari Masjid Suci ini, penghadang sudah disiapkan untuk menghalang setiap muslim yang bergerak bahkan dengan berjalan kaki hanya untuk berziarah ke masjid ini serta ingin melihat bagaimana keadaan Al Aqsha ketika ini.
Yang dibolehkan memasuki masjid ini hanya mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Itupun hanya mereka yang sudah bermukim di Jerusalem .
Di sekitar masjid, tanah sudah diratakan untuk membangunkan bangunan baru. Di bawah masjid, penggalian sudah tidak terhitung berapa banyak hingga menimbulkan keretakan yang tidak terhitung pula.
Mereka yang pernah mempelajari fizik tidak akan ragu bahwa hanya dengan sedikit 'sentuhan' sahaja lagi, maka bangunan yang tegak di atas penggalian itu akan berubah menjadi puing-puing dan debu-debu. Ini hanya persoalan menunggu waktu yang tepat agar kejadian itu kelak menjadi sebuah 'pertunjukan' kepada dunia.
Jika Umat Islam adalah umat yang tidak membezakan antara para nabi, maka bagaimana mungkin mereka melupakan bahwa hampir semua nabi yang diceritakan Al Quran pernah bermukim di Jerusalem .
Dengan mengetahui bahwa Masjid Suci ini adalah kiblat pertama umat Islam ternyata belum cukup untuk menyedarkan umat bahwa hendaknya mereka meletakkan pembebasan Al Aqsha di tempat teratas dalam agenda perjuangan mereka.
Ternyata pesanan Rasulullah saw bahwa lakukanlah perjalanan kepada Tiga Masjid Suci belum cukup menjadi motivasi bagi umat Islam agar suatu ketika, kaki ini mesti menginjak ke tanah suci yang ketiga itu dan kening ini mesti sujud di Masjid Al Aqsa tersebut.
Sungguh aneh apabila 15 juta bangsa Yahudi merasa lebih memiliki Jerusalem berbanding 1.5 Bilion umat Islam yang kebanyakannya ketika ini hanya menonton saudara-saudara mereka yang berjumlah 7 juta sudah terusir dan menjadi pelarian meninggalkan rumah mereka, kerana sejak 60 tahun lalu hingga sekarang, separuh dari populasi Yahudi dunia itu sudah berpindah ke sana dan merampas tanah itu dari pemilik asalnya.
Adakah ini konflik tanah semata-mata?
Adakah ini persoalan penjajahan semata-mata?
Sedarlah wahai muslim!
Bangunlah wahai muslim yang memiliki akal!
Mereka yang merampas Al Aqsha tidak pernah menyebutnya sebagai Masjid Suci. Mereka memanggilnya dengan “The Third Temple”. Mereka ingin membangun kembali kuil mereka setelah dua kali dihancurkan oleh bangsa Babilon dan Romawi.
Mereka sedang menanti Al Masih mereka, Raja mereka yang menurut mereka adalah Raja yang dijanjikan sementara bagi kita sebagai muslim, Raja mereka itu adalah Dajjal, makhluk yang Allah ciptakan agar kelak ketika ia sudah dalam dimensi waktu yang sama dengan kita, maka dia inilah yang akan menipu manusia dengan menggambarkan dirinya sebagai Isa Al Masih.
Sedarlah wahai muslim!
Bangunlah wahai muslim yang memiliki akal!
Mereka yang merampas Jerusalem itu menggelar kaum muslimin sebagai Ya'juj dan Ma'juj.
Mereka mendefinasikan kaum muslimin sebagai kaum perosak yang akan menyukarkan mereka di akhir zaman.
Sungguh sudah banyak kajian bahwa justeru Ya'juj dan Ma'juj itu berkemungkinan besar adalah orang-orang Zionis yang kita kenali ketika ini. Bangsa Yahudi ketika ini kebanyakannya bukanlah bangsa Bani Israil keturunan Nabi Ya'qub itu.
Kebanyakan mereka yang ketika ini mengaku sebagai Yahudi dan Zionis adalah keturunan Bangsa Khazar dari pergunungan Kaukasus yang dengan secara misterinya kemudian memelukagama Yahudi.
Ciri khas pada wajah mereka adalah ciri khas bangsa Khazar. Mereka inilah sang perosak.
1. Mereka adalah kaum yang sama yang memulakan Perang Salib.
2. Mereka adalah kaum yang sama tatkala mencuri Jerusalem dari Khilafah Utsmaniah.
3. Mereka adalah kaum yang sama yang menyalakan Perang Dunia.
4. Mereka adalah kaum yang sama ketika Peristiwa Nakbah berlaku.
5. Mereka adalah kaum yang sama yang ketika ini menggenggam dunia dalam rangka mempersiapkan kembali zaman keemasan untuk menguasai dunia dari Jerusalem seperti di zaman Nabi Sulaiman dan kerajaannya.
Lalu masihkah kita berfikir persoalan ini sebagaimana yang mereka berusaha tampilkan di media-media yang sudah mereka kuasai?
Adakah ini persoalannya sebagaimana yang tersurat?
Ini adalah persoalan akidah!
Ini adalah persoalan kaum yang melempar Taurat dan menggenggam Talmud meyakini apa yang ada di genggaman mereka dan sedang bergerak mencapai tujuan mereka.
Lalu bagaimana mungkin seorang muslim tidak pula menjadikan persoalan ini sebagai bentuk keyakinan mereka pada Al Quran dan Al Hadits lalu bergerak pula untuk memenangkan Kalimat ALLAH ini?
Bila kita mengaku sebagai pengikut Rasulullah saw, maka terimalah hadits–hadits darinya, termasuk hadits mengenai keadaan akhir zaman yang menceritakan keadaan Kaum Muslimin dan Yahudi serta keadaan bumi Palestin yang kita kenali ketika ini.
Sudah cukup Umat Islam terbawa-bawa dengan cara mainan musuhnya sendiri.
Sudah cukup Umat Islam berjalan di muka bumi tanpa agenda yang jelas.
Sudah cukup umat Islam sibuk mengikuti agenda musuh mereka.
“Dajjal” itu sudah memasuki hampir setiap pelosok dunia ini.
Sistem Dajjal sudah mencengkam dunia, bahkan digunakan oleh sebahagian besar kaum muslimin sendiri.
Belum cukupkah ini menunjukkan betapa hari kiamat itu telah dekat?
Sungguh Ya Muslim, kita adalah “count down generation”.
Akhir sejarah itu sudah dalam hitungan menurun.
Mungkin kita atau anak kita akan menjadi saksi kepada episod Akhir Zaman itu.
Sukatan air di Danau Tiberia itu sudah mencapai tingkatan terendah sepanjang sejarah.
Tahukah kita apa episod yang menunggu apabila danau itu mengering?
Bilakah lagi kita akan bangun Ya Muslim, Ya Ummatun Wahidah!
Oh Al Aqsha! betapa mulianya dirimu.
Buraq ditambatkan di tembokmu.
Rasulmu naik hingga langit ketujuh dari batu yang ada di halamanmu.
Baitul Ma'mur tegak lurus berada di atasmu.
Seluruh Nabi dan Rasul solat di hamparanmu dengan junjungan Nabi Muhammad saw sebagai imamnya.
Engkau menjadi saksi perintah solat diturunkan sebagai tiang agama umat harapanmu.
Engkau pula yang kelak akan menjadi saksi betapa Kalimah Allah itu akan menang jua.
Bumi Al Quds sentiasa menjadi bumi ujian dan ia juga menjadi ujian bagi Kaum Muslimin, siapa di antara mereka yang termasuk dalam kelompok yang dijanjikan oleh Rasulullah saw.
Kelompok yang sentiasa ada hingga akhir zaman untuk memerangi mereka yang berusaha memadamkan Cahaya Allah.
Wahai muslim! Kenapakah engkau sibukkan dirimu dengan rancangan membangun rumah duniamu?
Kenapa tidak dari sekarang engkau rancangkan dan tetapkan bila kakimu akan menginjak Bumi Al Quds dan menegakkan bendera tauhid itu di sana ?
“Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperolehi dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah : "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.” (QS At Taubah : 42)
“Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. “ (QS Ar Ruum : 60)

Ya Allah, sesungguhnya Al Aqsha sentiasa di dalam hati kami. Buat masa ini kami hanya mampu membantu dengan harta benda dan doa bagi membebaskannya dari cengkaman musuh-musuhMu. Kurniakanlah kekuatan dan kesabaran kepada kelompok-kelompok di sekitar Baitul Maqdis untuk mereka tetap teguh mempertahankan Al Aqsha dan berikanlah kemenangan kepada mereka sebagaimana Engkau berikan kepada Sallahuddin Al Ayyubi.

Ameen Ya Rabbal 'Alameen
-Ustaz Wan Ahmad-





p/s 1: dikongsikan dari mailis
p/s 2: updating from office. hee. (suka hati kamu je sakinah oi..~)



Kepimpinan Islam Akan Kembali. Allahu Akbar!

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,

Sunnatullah atau Hukum Allah yang berlaku dalam kehidupan di dunia mengambil bentuk yang berbagai.

Di antaranya adalah seperti :

1. Benda yang dilempar ke atas mestilah jatuh ke bawah.

2. Manusia yang lapar dan haus bererti perlu makan dan minum untuk menghilangkannya.

3. Seseorang yang ditetak tangannya niscaya akan terluka dan berdarah.

4. Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan: ada siang ada malam, ada panas ada dingin, ada sehat ada sakit, ada senang ada susah, ada lapang ada sempit, ada kaya ada miskin, ada menang ada kalah.

Selain contoh-contoh di atas masih banyak lagi bentuk sunnatullah yang berlaku di atas muka bumi ini.

Di sudut lain, ada pula sunnatullah yang berlaku yang mempunyai kaitan dengan sekumpulan manusia, suatu kaum atau suatu umat.

Contohnya seperti berikut :

  1. Allah tidak akan membinasakan suatu kaum sebelum dikirim terlebih dahulu seorang Nabi atau Rasul dariNya yang berfungsi untuk memberikan teguran dan peringatan kepada kaum tersebut.
  2. Allah tidak akan membiarkan adanya suatu kaum yang berlaku sewenang-wenangnya terhadap kaum-kaum lainnya kecuali Allah akan hadirkan sekelompok manusia lainnya yang berfungsi menjadi pengimbang atas kelompok yang berlaku zalim tersebut.

Ini dikenali dalam istilah Islam sebagai "Sunnah At-Tadaafu' " (Sunnatullah dalam hal konflik atau pertentangan antara umat manusia).

Selain itu ada satu lagi sunatullah yang bernama "Sunnah At-Tadaawul" (Sunnatullah dalam hal pergantian giliran kepimpinan).

Perkara ini boleh kita temui dalam sebuah ayat yang berbunyi seperti berikut :

"Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia..." (QS Ali Imran : 140)

Terjemahan lengkap ayat di atas ialah :

"Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membezakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebahagian kamu dijadikanNya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim." (QS Ali Imran : 140)

Agar umat Islam benar-benar memahami dan menghayati "Sunnah At-Tadaawul" , maka melalui ayat ini Allah mengaitkannya dengan kejadian perang Uhud yang dialami oleh kaum muslimin.

Perang Uhud merupakan perang kedua setelah perang Badar. Di dalam perang Badar para sahabat meraih kemenangan padahal mereka hanya berjumlah 313 orang melawan kaum kafir musyrik Quraisy yang berjumlah 1000 orang sedangkan dalam perang berikutnya, iaitu perang Uhud, kaum muslimin pada tahap awal peperangan sesungguhnya telah meraih kemenangan.

Namun, apabila pasukan pemanah meninggalkan pos pertahanan mereka di bukit Uhud, maka situasinya berubah sama sekali. Allah akhirnya mengizinkan kemenangan berada di pihak kaum kafir musyrik Quraisy sedangkan Nabi saw dan para sahabatnya menderita kekalahan.

Sehingga Allah swt berfirman :

"Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka (penderitaan kekalahan), maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka (penderitaan kekalahan) yang serupa."

  1. Mengapa Allah perlu membiarkan kaum muslimin menderita kekalahan?
  2. Mengapa sebaliknya Allah mengizinkan kaum kuffar musyrik Quraisy mendapat kemenangan?

Allah swt sendiri menjelaskannya :

PERTAMA : Allah ingin mempergilirkan kemenangan dan kekalahan di antara manusia.

Kejayaan dan kehancuran ingin digilir di antara manusia. Itulah tabiat dunia. Dalam dunia yang fana ini :

  1. Tidak ada perkara yang bersifat kekal dan abadi.
  2. Tidak ada pihak yang terus-menerus menang.
  3. Tidak ada kelompok yang terus-menerus kalah.

Semua akan mengalami giliran yang silih berganti. Orang-orang yang berimanpun, tanpa kecuali, akan mengalami keadaan yang silih berganti di dunia kerana bukan semata-mata dengan keimanan lalu seseorang atau sesuatu kelompok manusia mesti sentiasa menang.

Tanpa pernah mengalami kekalahan, bagaimana mungkin seseorang atau sekelompok manusia akan menghargai dan mensyukuri kemenangan?

KEDUA : Allah hendak memisahkan dan membezakan orang yang beriman dengan orang yang kafir.

Dengan mengalami kemenangan dan kekalahan, maka akan terlihatlah :

  1. Siapakah orang yang pandai bersyukur ketika menang.
  2. Siapakah pula yang pandai bersabar di kala mengalami kekalahan.

Begitulah pula sebaliknya di mana akan terlihat siapakah orang yang lupa diri di kala menang dan siapa yang berputus-asa ketika kalah.

KETIGA : Melalui pengalaman silih bergantinya kemenangan dan kekalahan Allah hendak memberi peluang orang-orang ynag beriman untuk meraih bentuk kematian yang paling mulia, iaitu mati syahid.

Allah berkehendak mencabut nyawa orang-orang yang beriman sebagai para syuhada’ yang ketika berpisah ruh dari jasadnya, maka ruh mulia tersebut akan terus dijemput oleh burung-burung syurga.

Berdasarkan perkara di atas, maka perjalanan sejarah umat Islam boleh dilihat sebagai :

  1. Sebuah perjalanan panjang yang diwarnai oleh silih bergantinya pengalaman kemenangan dan kekalahan umat ini ke atas kaum kafir.
  2. Silih bergantinya kejayaan dan kehancuran umat.
  3. Kadang-kadang ada masanya orang-orang beriman memimpin umat manusia, namun ada masanya juga orang-orang kafir yang memimpin umat manusia.

Maka, sudah barang tentu pada masa di mana orang beriman memimpin masyarakat, maka berbagai program dan aktiviti sepatutnya lebih bercirikan "rasa syukur" akan nikmat kemenangan yang sedang dialami.

Sebaliknya, ketika kaum kafir yang memimpin umat manusia, maka sudah sepatutnya orang-orang beriman mengisi perjalanan hidupnya dengan dominasi "sikap sabar" di atas kekalahan yang sedang dideritainya.

Jadi bagaimanakah keadaan realiti kita dewasa ini?

Cuba kita kembali perhatikan hadits panjang dari Nabi saw yang membicarakan persoalan "Ringkasan Sejarah Umat Islam di Akhir Zaman."

"Muncul fasa Kenabian di tengah kamu selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul fasa Kekhalifahan mengikuti manhaj (cara/metod/ sistem) Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul fasa Raja-raja yang menggigit selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul fasa Penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul fasa Kekhalifahan mengikuti manhaj (cara/metod/ sistem) Kenabian. Kemudian Nabi saw diam." (HR Ahmad)

Jadi, berdasarkan hadits di atas, "Ringkasan Sejarah Umat Islam di Akhir Zaman" terdiri dari 5 fasa atau zaman :

FASA I : KENABIAN

Di fasa ini umat Islam mengalami perjuangan selama 13 tahun sewaktu di Makkah sebelum hijrah ke Madinah di bawah kepimpinan orang-orang kafir dan 10 tahun berjuang di Madinah sesudah hijrah dari Makkah di bawah kepimpinan Nabi Muhammad saw yang memimpin masyarakat terus di bawah bimbingan Allah melalui Kitabullah, Al-Qur'an Al Karim.

Jadi di fasa pertama perjalanan sejarah umat Islam terjadi dua keadaan yang sangat berbeza. Pada separuh fasa pertama Nabi saw dan para sahabat mengalami keadaan di mana yang memimpin ialah kaum kafir musyrik. Sehingga generasi awal umat ini mengalami kekalahan yang menuntut kesabaran luar biasa untuk dapat bertahan menghadapi sikap hidup jahiliyah yang berlaku.

Namun pada separuh kedua fasa pertama ini, sesudah hijrah ke Madinah, kaum muslimin justeru semakin hari semakin kukuh kedudukannya sehingga Allah taqdirkan mereka menikmati kejayaan di tengah masyarakat jazirah Arab sehingga kaum musyrikin Arab pada masa itu akhirnya tunduk kepada kepimpinan orang-orang yang beriman.

FASA II : KEKHALIFAHAN MENGIKUT MANHAJ (CARA/METOD/ SISTEM) KENABIAN

Di fasa ini, umat Islam menikmati 30 tahun kepimpinan para Khulafa’ Ar-Rasyidin terdiri dari para sahabat utama iaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Al Khattab, Othman bin Affan dan Ali bin Abi Talib radhiyallahu 'anhum ajma'iin.

Sepanjang fasa ini boleh dikatakan umat Islam mengalami masa kejayaan, walaupun sejarah mencatat pada masa kepimpinan khalifah Othman dan Ali, sudah mulai muncul gejala pergolakan sosial-politik di tengah masyarakat yang mereka pimpin.

Namun secara umum boleh dikatakan bahwa orang-orang yang berimanlah yang memimpin masyarakat. Orang-orang kafir dan musyrikin tidak diberi kesempatan untuk berjaya sedikitpun. Hukum Allah tertegak dan hukum jahiliyah buatan manusia tidak berlaku.

FASA III : RAJA-RAJA YANG MENGGIGIT

Di fasa ini, umat Islam menikmati selama 13 abad kepimpinan orang-orang yang beriman.

Para pemimpin pada masa itu digelar khalifah. Sistem sosial dan politik yang berlaku disebut Khilafah Islamiyah berdasarkan hukum Al-Qur'an dan As-Sunnah An-Nabawiyyah. Namun mengapa Nabi saw menyebutnya sebagai fasa para raja-raja?

Ini kerana apabila seorang khalifah wafat maka yang menggantinya mestilah anak keturunannya. Demikianlah seterusnya. Ini berlaku samada pada masa kepimpinan Daulah Bani Umayyah, Daulah Bani Abbasiyah mahupun Kesultanan Usmaniah Turki.

Walaubagaimanapun, umat Islam masih boleh dikatakan mengalami masa kejayaan, kerana para Khalifah di fasa ketiga merupakan Raja-raja yang Menggigit, ertinya masih "menggigit" Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Tentunya tidak sama baiknya dengan kepimpinan para Khulafa Ar-Rasyidin sebelumnya yang masih "menggenggam" Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Ibarat mendaki bukit, tentulah lebih selamat dan pasti bila talinya digenggam daripada digigit tetapi secara umumnya di fasa ketiga ini, Hukum Allah tertegak dan hukum jahiliyah buatan manusia tidak berlaku.

FASA IV : RAJA-RAJA ATAU PENGUASA-PENGUASA YANG MEMAKSAKAN KEHENDAK (DIKTATOR)

Sesudah berlalunya fasa ketiga pada tahun 1924, mulailah umat Islam menjalani fasa di mana yang memimpin adalah penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak mereka.

Inilah fasa di mana kita hidup sekarang ini. Kita saksikan bahwa para penguasa di era moden ini memimpin dengan memaksakan kehendak mereka sambil melupakan dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya.

Samada pemerintahan itu disebut republik mahupun kerajaan beraja, suatu perkara yang pasti ialah semua yang berkuasa tidak mengembalikan urusan kehidupan sosial bermasyarakat dan bernegara kepada hukum Al-Qur'an dan As-Sunnah An-Nabawiyyah.

Manusia dipaksa tunduk kepada sesama manusia dengan memperlakukan hukum buatan manusia yang penuh dengan keterbatasan dan kepentingan peribadi seraya mengabaikan hukum Allah Yang Maha Adil.

Hukum jahiliyah buatan manusia dilaksanakan dan tegak di mana-mana sedangkan hukum Allah ditinggalkan dan tidak diambil berat.

Maka kita dapat simpulkan bahwa fasa keempat merupakan fasa kemenangan bagi kaum kafir dan kekalahan bagi orang-orang yang beriman.

Inilah fasa yang paling mirip dengan separuh pertama fasa pertama di mana Nabi saw dan para sahabat berjuang di Makkah sementara kekuasaan jahiliyah kaum kafir musyrik mendominasi di tengah-tengah masyarakat.

Dunia menjadi porak peranda di samping sarat dengan berbagai fitnah. Nilai-nilai jahiliah moden mendominasi kehidupan. Para penguasa mengurus masyarakat bukan dengan bimbingan wahyu Ilahi melainkan hanya berdasarkan hawa nafsu peribadi dan kelompok.

Dalam fasa inilah tertegaknya Sistem Dajjal. Berbagai cabang kehidupan umat manusia diatur dengan nilai-nilai Dajjal. Setiap urusan dunia dikelolakan dengan nilai-nilai materialisma, liberalisma dan sekularisma dalam semua bidang kehidupan termasuk politik, sosial, ekonomi, budaya, media, pendidikan, undang-undang, keselamatan, ketenteraan bahkan keagamaan. Masyarakat kian dijauhkan dari pola hidup berdasarkan manhaj Kenabian.

Nabi saw bersabda meramalkan bahwa tidak ada fitnah yang lebih dahsyat semenjak Allah swt ciptakan manusia pertama sehingga datangnya hari Kiamat selain fitnah Dajjal.

"Allah tidak menurunkan ke muka bumi (sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat) fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Dajjal." (HR Thabrani)

Umat Islam yang menjalani fasa keempat ketika ini mesti mempersiapkan diri untuk menghadapi kemunculan fitnah paling dahsyat iaitu fitnah Dajjal.

Hidup di fasa keempat, iaitu fasa kepimpinan para "Mulkan Jabriyyan" (para penguasa yang memaksakan kehendak), merupakan hidup yang penuh cabaran.

Pada fasa ini Allah memberikan giliran kepimpinan umat manusia kepada pihak kuffar. Allah menguji kesabaran kaum muslimin menghadapi kepimpinan para penguasa yang memaksakan kehendak mereka serta mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya.

Sistem hidup yang mereka tawarkan merupakan sistem yang jauh dari nilai-nilai keimanan bahkan didominasi oleh nilai-nilai kekufuran.

Inilah zaman yang sarat dengan fitnah. Keterlibatan seorang muslim dalam aspek kehidupan moden manapun sangat berpotensi untuk mendatangkan dosa bagi dirinya. Rangkaian fitnah yang sedemikian hebat akan mencapai kemuncaknya kepada puncak fitnah iaitu ‘Fitnah Dajjal’.

Barangsiapa yang sanggup menyelamatkan dirinya dari rangkaian fitnah sebelum munculnya ‘Fitnah Dajjal’ akan berpeluang untuk selamat pula pada ketika munculnya ‘Fitnah Dajjal’.

Demikianlah peringatan Nabi saw :

"Suatu ketika hal ehwal Dajjal dibicarakan di hadapan Rasulullah saw. Kemudian beliau bersabda: "Sungguh fitnah yang terjadi di antara kamu lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini (baik kecil mahupun besar) kecuali dalam rangka menyongsong kedatangan fitnah Dajjal." (HR Ahmad)

Demikian pula sebaliknya, barangsiapa ketika rangkaian fitnah dalam berbagai dimensi kehidupan manusia sedang menjadi gejala kemudian ia terjebak ke dalamnya, maka dikhuatiri pada ketika puncak fitnah muncul ia akan terjebak pula untuk menjadi pengikut bahkan hamba Dajjal, Na'udzubillahi min dzaalik.

Ramai manusia dewasa ini yang tidak peduli akan puncak fitnah yang bakal datang di akhir zaman. Pada mereka, Dajjal menjadi fenomena yang dianggap sekadar ‘mitos’. Bahkan ramai yang menganggap Dajjal tidak ada sehingga ramai pula manusia yang melupakannya dan tidak pernah peduli untuk membincangkannya.

Ketika pengabaian ini berlaku di kalangan orang awam, ia sudah menjadi suatu masalah. Namun realitinya lebih jauh daripada itu.

Bahkan kita menyaksikan ketika ini, para pemberi peringatan seperti para muballigh, penceramah, ustaz dan kebanyakan ulama’ tidak lagi peduli untuk memperingatkan umat akan bahaya ‘Fitnah Dajjal’.

Padahal apabila kedua gejala ini sudah mulai tersingkap, maka Nabi saw justeru mengatakan
bahwa pada saat seperti itulah Dajjal bakal keluar.

"Dajjal tidak akan muncul sehingga manusia melupakannya dan para Imam meninggalkan untuk mengingatkannya di atas mimbar-mimbar." (HR Ahmad)

Nabi saw bersabda bahwa pada saat kebanyakan orang awam melupakan perkara Dajjal dan para Imam tidak lagi memperingatkan umat akan bahaya ‘Fitnah Dajjal’, maka ketika itulah Dajjal bakal keluar.

Realiti dunia kita dewasa ini sudah memaparkan kedua-dua fenomena tersebut. Maknanya, sudah sampai masanya kita perlu berwaspada dan berhati-hati dengan kemunculan Dajjal yang bila-bila masa sahaja akan keluar...!

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad, Nabi Muhammad saw menjelaskan ciri khas Dajjal kepada umatnya yang belum pernah dijelaskan oleh para Nabi sebelumnya kepada umatnya masing-masing. Beliau menegaskan bahwa Dajjal itu bermata dua namun salah satunya cacat atau buta sehingga yang ada atau yang berfungsi hanyalah satu mata sahaja.

"Dan sesungguhnya Dajjal itu bermata satu; sebelah matanya tidak nampak. Di antara kedua matanya tertulis "kafir" yg boleh dibaca oleh setiap mukmin yg mengerti bacaan/tulisan ataupun tidak." (HR Ahmad)

Hadits di atas mengingatkan kita akan suatu simbol yang tertera pada sekeping wang kertas satu dolar Amerika Syarikat (one dollar note). Di dalamnya kita lihat sebuah gambar yang disebut sebagai "The Great Seal" (Tanda Yang Agung).

Gambar ini penuh dengan makna dan isyarat. Perkataan berbahasa Latin "Novus Ordo Seclorum" bererti the New World Order (Ketetapan Sistem Dunia Baru) sedangkan di atas tulisan tersebut ada gambar piramid yang tidak sempurna kerana bahagian puncaknya terpotong.

Di atas piramid itu ada sebuah segitiga yang berukuran sesuai untuk diletakkan menjadi puncak piramid. Di dalam segitiga tersebut terdapat gambar mata tunggal. Manakala di atas segitiga bermata tunggal itu ada tulisan Latin "Annuit Coeptis" yang bererti "the Eye of Providence has approved of (our) undertakings." (Makhluk Bermata Tunggal telah merestui usaha-usaha kita).

Jika kita tafsirkan gambar di atas, maka ia boleh memberi makna bahwa dunia sedang diarahkan menjadi sebuah sistem yang berstruktur umpama piramid yang belum memiliki puncak atau struktur dunia yang belum mempunyai pemimpin tertinggi.

Namun pemimpin tersebut sedang dinanti-nantikan kehadirannya dan struktur dunia yang dirancang menjadi "The New World Order" tersebut menantikan kedatangan pemimpinnya yang bersimbolkan Makhluk Bermata Satu (Dajjal?).

Keseluruhan usaha-usaha untuk mewujudkan dan menguatkan "The New World Order" merupakan rangkaian usaha untuk meraih keridhaan dan restu dari Makhluk Bermata Satu atau Dajjal. Dengan kata lain, Ketetapan Sistem Dunia Baru ini adalah sebuah projek persembahan yang besar untuk menyambut kedatangan puncak fitnah iaitu Dajjal!

Setiap dimensi kehidupan moden dewasa ini adalah dalam rangka mewujudkan "The New World Order"(Ketetapan Sistem Dunia Baru). Sebuah sistem yang tidak berlandaskan nilai-nilai keimanan bahkan dipengaruhi secara terus oleh nilai-nilai kekufuran, nilai-nilai Dajjal.

Ahmad Thompson, seorang penulis Muslim rakyat Britain jelas menyatakan bahwa dunia moden
semenjak hampir satu abad yang lalu (sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah Uthmaniyah yang terakhir) membentuk dirinya menjadi sebuah Sistem Dajjal. Suatu sistem yang penuh dengan nila-nilai Dajjal di mana jika makhluk Dajjal itu muncul pada masa sekarang ini, maka ia akan segera dinobatkan menjadi pemimpin Sistem Dajjal yang telah tersedia.

Inilah yang dikhuatiri oleh Rasulullah saw. Bilamana rangkaian fitnah telah bermunculan menjelang datangnya Dajjal, maka manusia akan mengalami proses pemilihan.

Barangsiapa yang sanggup istiqamah menghindarkan diri dan keluarganya dari rangkaian fitnah tersebut, maka ia bakal terbebas dari puncak fitnah, iaitu Dajjal. Sebaliknya, barangsiapa yang malah ikut serta menyemarakkan rangkaian fitnah sebelum datangnya Dajjal, niscaya ia akan sangat mudah untuk menjadi sasaran tipudaya Dajjal.

Barangsiapa yang tidak mempunyai jiwa yang kritis dan hanya menerima bahkan mendokong "The New World Order", maka ia termasuk mereka yang pada hakikatnya turut menanti-nanti dan menyambut dengan sukacita kedatangan pucuk pimpinan, iaitu Dajjal sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw di dalam haditsnya seperti berikut :

"Suatu ketika hal ehwal Dajjal dibicarakan di hadapan Rasulullah saw. Kemudian beliau bersabda: "Sungguh fitnah yang terjadi di antara kamu lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini (baik kecil mahupun besar) kecuali dalam rangka menyongsong kedatangan fitnah Dajjal. (HR Ahmad)

Umat Islam sudah menjalani fasa keempat ini selama 86 tahun sejak runtuhnya Khilafah Islamiyyah terakhir. Ini merupakan era paling kelam dalam sejarah Islam di Akhir zaman. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Perkembangan terkini di sesetengah negara Arab memberi petunjuk bahwa sudah berlaku kesedaran massa ke arah kehidupan Islam yang sebenar dan fasa keempat ini lambat laun akan berakhir jua.

Fasa V : KEKHALIFAHAN MENGIKUT MANHAJ (CARA/METOD/ SISTEM) KENABIAN

Walaubagaimanapun kita melihat keadaan umat Islam dewasa ini masih mengalami kekalahan dan kaum kafir dan mereka yang bersekongkol dengannya mengalami kejayaan, namun kita wajib bersikap optimis dan tidak berputus-asa kerana dalam hadits ini Nabi saw mengisyaratkan bahwa sesudah fasa kekalahan umat Islam akan datang fasa kejayaan kembali iaitu fasa kelima di mana bakal tegak kembali kepimpinan orang-orang yang beriman dalam bentuk Kekhalifahan mengikuti manhaj (cara/metod/ sistem) Kenabian.

Marilah kita pastikan diri kita termasuk ke dalam barisan umat Islam yang sibuk mengusahakan tertegaknya fasa kelima tersebut. Jangan hendaknya kita terlibat dalam berbagai program dan aktiviti yang memperkukuhkan fasa keempat atau fasa kepimpinan kaum kuffar di era moden ini.

Yakinlah kita bahwa di sana ada "Sunnah At-Tadaawul" (Sunnatullah dalam hal pergantian giliran kepimpinan).

Apabila kepimpinan kaum kuffar dan mereka yang bersekongkol dengannya ketika ini terasa begitu mencengkam dan menyakitkan, ingatlah selalu bahwa di dunia ini tidak ada perkara yang berterusan dan abadi.

Semuanya bakal silih berganti dan hanya masa yang menentukannya sesuai dengan usaha-usaha maksima umat Islam yang bertepatan dengan kehendak Allah swt.

"Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran ke atas diri kami, dan kukuhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir". (QS Al-Baqarah : 250)

Ya Allah, jadikanlah kami sebahagian dari golongan mereka-mereka yang berusaha untuk mengembalikan semula kegemilangan fasa kelima iaitu fasa kekhalifahan mengikut Manhaj Kenabian. Selamatkanlah kami dari rangkaian fitnah yang berlaku di fasa keempat ini yang akan mencapai kemuncaknya apabila keluarnya puncak fitnah iaitu Dajjal.

Ameen Ya Rabbal Alameen


Wan Ahmad Sanadi Wan Ali

Pengerusi JK Tarbiyah IKRAM Shah Alam


p/s 1: diambil dari mailis IKRAM Selangor.

p/s 2: teruskan tembakan doa buat umat Islam di Mesir.



Istimewa Buat Semua Penggemar Matematik

copy from: Zaadut-Taqwa


Angka 7 sangat signifikan dengan kehidupan dan Islam.
Terdapat 7 hari dalam seminggu.
Langit dan bumi 7 lapis.
Al-Fatihah 7 ayat
Tawaf 7 pusingan.
Saei 7 pusiangan.
Melontar jamrah 7 biji anak batu.
Sujud di atas 7 anggota.
Neraka 7 pintu.
Dan lain-lain.

Ayat-ayat suci al-Quran juga sebahagiannya disusun berligar di atas struktur angka 7.

Contoh yang akan dikemukakan di sini ialah perkataan (نُفِخَ) yang bermaksud ditiupkan (sangkakala sebagai petanda qiamat dan kebangkitan semula). Perkataan ini disebut di dalam al-Quran sebanyak 7 kali di dalam 6 surah.

1 [ـ (وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعاً) [الكهف: 18/99
2 [ـ (فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءلُونَ) [المؤمنون: 23/101
3 [ـ (وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ) [يس: 36/51
4 [ـ (وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاء اللَّهُ) [الزمر: 39/ 68
5 [ـ (ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُم قِيَامٌ يَنظُرُونَ) [الزمر: 39/68
6 [ـ (وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ذَلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ) [ق: 50/20
7 [ـ (فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ) [الحاقة: 69/ 13

Ada 6 surah yang terdapat di dalamnya perkataan ‘nufikha’, iaitu:
1. Surah 18 (Al-Kahf)
2. Surah 23 (Al-Mu’minun)
3. Surah 36 (Ya Sin)
4. Surah 39 (Az-Zumar)
5. Surah 50 (Qaf)
6. Surah 69 (Al-Haqqah)

Nombor-nombor surah di atas, jika diletak dalam satu baris (dari kanan ke kiri) akan jadi :
69 50 39 36 23 18 atau 695039362318

Enam ratus sembilan puluh lima billion, tiga puluh sembilan juta, tiga ratus enam puluh dua ribu, tiga ratus lapan belas.

Bilangan tersebut boleh dibahagi dengan 7 sebanyak 4 kali:
695039362318 / 7 = 99291337474
99291337474 / 7 = 14184476782
14184476782 / 7 = 2026453826
2026453826 /7 = 289479118

Jadi, susunan nombor surah yang terdapat di dalamnya perkataan ‘nufikha’ adalah:
695039362318 = 289479118 x 7 x 7 x 7 x 7

Dan jika diambil 289479118 dan jumlahkan angka-angka ini:
2+8+9+4+7+9+1+1+8 = 49
49 adalah 7x7

289479118 disusun secara terbalik – 811974982, boleh pula dibahagi dengan 7 sebanyak 4 kali juga!

811974982 / 7 = 115996426
115996426 /7 = 16570918
16570918 / 7 = 2367274
2367274 / 7 = 338182

Maka seperti yang pertama tadi, 811974982 juga boleh dibahagi dengan 7 sebanyak 4 kali!
811974982 = 338182 x 7 x 7 x 7 x 7

Kebetulankah ini atau satu perancangan yang rapi dari Yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti?

Belum selesai lagi. Kita ambil pula hasil bahagi 4 kali tadi:
1. 811974982 / 7 = 115996426
2. 115996426 /7 = 16570918
3. 16570918 / 7 = 2367274
4. 2367274 / 7 = 338182

Hasil bahagi dari 1 hingga 4 dijuamlahkan:
115996426 : 1+1+5+9+9+6+4+2+6 = 43
16570918 : 1+6+5+7+0+9+1+8 = 37
2367274 : 2+3+6+7+2+7+4 = 31
338182 : 3+3+8+1+8+2 = 25

Susunan jumlah angka-angka di atas:
25 31 37 43

Hairannya! Susunan angka-angka ini juga boleh dibahagi dengan 7 empat kali!

25313743 / 7 = 3616249
3616249 / 7 = 516607
516607 / 7 = 73801
73801 / 7 = 10543

25313743 = 10543 x 7 x 7 x 7 x 7

Ringkasan kiraan tadi:
1. Susunan nombor surah : 695039362318 boleh dibahagi dengan 7 sebanyak 4 kali. Natijahnya yang terakhir ialah 289479118. Angka-angka ini bila dijumlahkan jadi 49 = 7x7

2. 289479118 bila diterbalikkan – 811974982 juga boleh dibahagi dengan 7 sebanyak 4 kali. Natijahnya yang terakhir ialah 338182

3. Apabila diambil hasil 695039362318 bahagi 7 empat kali tadi, iaitu 289479118 dan hasil angka yang diterbalik 811974982 dibahagi 7 empat kali, iaitu 338182, disusun sebaris:
338182289479118, boleh dibahagi dengan 7 pula:

338182289479118 / 7 = 48311755639874

Hasil bahagi ini diterbalikkan – 47893655711384 boleh dibahagi dengan 7 juga:

47893655711384 / 7 = 6841950815912

Maha Suci Allah!

Kini kita beralih pula kepada nombor ayat yang terdapat perkataan ‘nufikha’:
1. Surah al-Kahfi : 99
2. Surah al-Mu’minun : 101
3. Surah Ya Sin : 51
4. Surah az-Zumar : 68
5. Surah Qaf : 20
6. Surah al-Haqqah : 13

Susunan nombor-nombor ayat adalah seperti berikut (dari kanan ke kiri):

13 20 68 51 101 99.

Susunan inipun boleh dibahagi dengan 7 sebanyak 2 kali:
1320685110199 / 7 = 188669301457
188669301457 / 7 = 26952757351

JADI,
1. ADAKAH ANDA FIKIR BAHAWA KITAB SUCI AL-QURAN INI REKAAN MANUSIA?
2. ADAKAH ANDA KIRA SETIAP PATAH PERKATAAN DILETAK BEGITU SAJA TANPA SEBARANG PERHITUNGAN?
3. ADAKAH ANDA ANGGAP NOMBOR SURAH, BILANGAN AYAT YANG TERDAPAT PADA SETIAP SURAH ITU HANYA SUATU KEBETULAN SAHAJA?

RENUNGKANLAH…!!!

Dipetik daripada hasil kajian Abdul Daim al-Kaheel
www.kaheel7.com/ar



p/s: kepeningan dengan tesis..bila ilham dan mood nak menulis ni nak datang ha...??! @_@



Berusaha Kerana Tidak Tahu


Bismillah..

Pejam celik, pejam celik..dah masuk bulan November untuk tahun ni. kejap je masa berlalu. semester ni pun dah jumpa penghujungnya. kalau di imbas2 balik, macam2 perkara terjadi tahun ni. makin bertambah sejarah baru yang tercipta untuk satu lagi episod kehidupan yang entah bila penamatnya.

bila berbicara soal penamat kehidupan, masing2 telah di takdirkan sejak azali lagi. baik, buruk penamat bagi kehidupan masing2. rezeki, ajal maut, jodoh pertemuan. semua dah ditetapkan. sekiranya begitu, pasti ada yang akan bertanya. untuk apa kita berusaha? susah2 je usaha sana sini, last2 kalau miskin, kalau ke neraka, buat apa kan?

saya tertarik dengan kata2 yang ditulis oleh Hilal Asyraf dalam buku Langit Ilahi 3, Fanzuru.

"Aku berusaha kerana aku tidak mengetahui."

ya betul. mmg sejak azali dah ditetapkan. tapi kita tahu ke apa kesudahan takdir kita ni? jangan kata penghujung hidup, hari esok pun kita tak tahu apa akan jadi. maka berusahalah dengan sebaiknya untuk apa yang ada pada hari ni untuk memberi yang terbaik pada masa depan nanti. kita hanya perlu berusaha bergerak mencari redhaNya. usaha!

"sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum itu sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri" (Ar-Ra'd:11)


minggu lepas, saya menyertai misi kemanusiaan untuk mangsa banjir di Kedah (DERU). ikut rombongan IKRAM dari selangor. ketika pertama kali baca email menyeru untuk turun padang, hati ni rasa menarik2 tubuh saya untuk sertai. pertama sebab saya memang tak pernah join misi2 bantuan macam ni. kedua sebab nak ke Kedah dan Perlis. kaki belum pernah jejak ke sana lagi. tapi first time jejak kaki kat Kedah boleh demam la pulak. saya alergic ngan Kedah ke, Kedah yang taksuka dengan saya? hurm..huhu.

kalau nak cerita pengalaman ke sana, mmg banyak la. kawasan perumahan dah macam baru lepas kena serang dengan penjajah. sungguh dahsyat. saya ke kawasan yang air die naik sampai paras leher, pinggang. mmg almari semua kena buang takboleh pakai. kesian sungguh. tapi ada jugak yang masih buang sampah dalam sungai. memang tak serik kot air naik sampai paras leher die. ish.

sebab demam, saya sempat tolong satu rumah je. tolong punggah barang keluar rumah dan basuh pinggan mangkuk yg berlumpur. takdapat nak ikut yang lain ke satu rumah ni yang penuh dengan pacat, lintah. ular pon ada! gerun saya dengar.

sedikit gambar yang sempat dirakamkan.


kawasan yang masih belum surut

longgokan sampah sarap

masjid yang ditenggelami air

dalam perjalanan menuju ke Kedah. follow kereta pakcik :)


bersyukurlah bagi sesiapa yang belum pernah merasa musibah ni. musibah ni begitu berat untuk dilihat apatah lagi yang menanggungnya. saya yakin, berbulan2 juga untuk keadaan kembali pulih sepenuhnya. sampai ada antara makcik2 di sana merungut supaya ditutup sahaja tadika tempat dia bekerja. sebab dah tak tahan nak bersihkan dan banyak buku2 dan alatan yang musnah.

dunia semakin tenat. ini antara tanda2 dunia hampir menemui penghujungnya. tapi kita TETAP TIDAK TAHU. bilakah penghujungnya bakal tiba? kerana kita tidak mengetahui, maka bersedialah dan berusahalah sebaiknya. siapakah antara kita yang PALING BAIK amalannya? jom lumba!

wallahua'lam.


[14nov2010, 9.42pm]

Bring along your vehicles..don't forget it !


"Ya, Allah.. Thabbit Qulubana ya Allah!"

---------------------------

Tiba2 pihak universiti mengumumkan penukaran jadual exam final kerana memanjangkan tempoh cuti untuk Deepavali. Jadual baru tersangatlah padat. Hari pertama exam, dua paper pagi dan malam. ( jangan terkejut, malam pun diselit sekali ! ) Esoknya pagi2 ada exam satu paper lagi.( confirm syahid ! ) Kemudian exam hampir setiap hari berturut2. Gap yang panjang hanya pada minggu cuti deepavali tu sahaja lah. Itupun lepas cuti, tinggal satu paper jee. ( paper ni wajib A ye sakinah ! )

Ramai yang mengeluh. Termasuk saya. Kat facebook je, semua kemarahan dan ketidakpuashatian diluahkan. Sampai ada yang tukar nickname pada FB kepada nama2 subjek exam nanti. ( yang ni memang gelak guling2 bila dapat tahu. haha )

Pihak universiti perlu ambil kira semua keluhan2 ni. Study week pon takada semester ni. ( semester ni memang pelik betul ) Kenapa tidak di putuskan awal2. Oh, mungkin masalah teknikal berlaku. ( husnu dzhon lebih baik kut ) Tapi banyak betul masalah teknikal nya ye? huhu.

Sebagai anak muda ( yang jiwanya mudah memberontak ) dan juga seorang remaja yang punya tarbiyah Islam, saya cuba mencari keseimbangan dalam masalah ni. Koreksi diri dan kaitkan dengan Allah atas semua yang berlaku.

" Oh, ini ujian Allah. Pihak universiti hanya menjadi satu perantara untuk ujian ini. Lagipon, kalau diberi masa yang lebih, lebih jugak ke revision kamu tu ? Kalau diberi ruang dan peluang terlalu besar, hargai ke semua tu ? Asyik nak mengeluh je. Allah tak suka ! "

Perjalanan ini masih jauh. Diingatkan, jangan lupa bawa sekali 'kenderaan2' kamu.

------------------------


Ibrahim bin Adham keluar dari negerinya untuk menunaikan haji dengan berjalan kaki.
Dalam perjalanan, seorang lelaki yang menunggang untanya bertemu dengan Ibrahim lantas menegurnya:

"Tuan hendak ke mana?"

Ibrahim menjawab:

"Saya hendak pergi menunaikan haji."

"Mana kenderaan tuan? Perjalanannya sangat jauh!"

"Aku mempunyai banyak kenderaan yang kamu tidak nampak."

"Apa dia?"

Ibrahim menjelaskan:

"Apabila aku ditimpa musibah, aku menaiki kenderaan SABAR.
Apabila aku diberi ni’mat, aku menaiki kenderaan SYUKUR.
Apabila berlaku ke atasku qadha’ dan qadar, aku menaiki kenderaan REDHA!"

Lelaki itupun berkata:

"Berjalanlah tuan dengan iringan keberkatan dari Allah. Sesungguhnya tuanlah yang sebenarnya menaiki kenderaan sedangkan aku orang yang berjalan kaki."

---------------------------


Hentikan segala rungutan. Hentikan segala keluhan. Take an action. Prepare well. InsyaAllah Kheir. ^_^



p/s: Malam ni ada ziarah dari JK Tarbiyah KNL !! On my way to siapkan slide database ahli dan program. ( tiba2 rasa otak dah bercabang..huhu..i like! )


[ 19okt2010, 1.16pm]


RAMADHAN: Bulan Jalur Lebar @ Broadband

Bismillah..

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,


Dalam era informasi, komunikasi dan teknologi, Ramadhan boleh kita umpamakan sebagai bulan "Broadband" atau Jalur Lebar di mana kita berpeluang untuk :"Download" atau memuat turun sebanyak-banyaknya rahmat dan keampunan dari Allah swt. "Upload" atau memuat naik segala amal-amal soleh yang kita lakukan sepanjang bulan Ramadhan tersebut. Di dalam bulan Ramadhan terdapat berbagai kebaikan. Perkara ini terbukti dengan begitu ramainya kehadiran umat Islam di segenap masjid dan surau.


Alhamdulillah, inilah yang membuatkan kita sepanjang tahun merindukan kehadirannya. Kita akan menyaksikan sebuah transformasi penampilan umat Islam yang begitu bermakna.


Kita juga melihat bahawa umat Islam tiba-tiba menjadi :

1. Gemar membaca Al-Qur'an.
2. Gemar memperbanyakkan amal soleh dan amal ibadah.
3. Gemar bersedekah.
4. Gemar solat Tarawikh.
5. Gemar memerhatikan nasib kaum fakir miskin serta anak yatim.
6. Kaum muslimat pula lebih gemar menghiasi dirinya dengan tudung dan pakaian menutup aurat.


Di sisi yang lain pula, keghairahan untuk berbuat perkara keji dan maksiat mengalami penurunan yang drastik. Walaupun tidak dapat dinafikan masih ada di sana sini pihak-pihak yang tetap melakukannya padahal Nabi saw telah bersabda bahawa: "syaitan-syaitan dibelenggu, maksudnya jin."


Oleh kerana itu Imam Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan: Kemaksiatan itu berlaku disebabkan oleh sejumlah faktor selain dari syaitan:

1. Jiwa manusia yang buruk.
2. Kebiasaan yang tidak baik.
3. Syaitan dari jenis manusia.


Kalau kita pergi ke negara-negara yang penduduk muslimnya minoriti seperti Amerika, Eropah atau Australia, maka kita akan melihat pemandangan yang jauh lebih menyentuh hati. Di tempat-tempat seperti itu umat Islam tampil penuh dengan ruh persaudaraan dan kasih sayang terutama bila menyambut dan menyediakan acara "ifthar jama'ie" atau majlis berbuka puasa bersama di masjid atau Pusat Islam.


Perlaksanaan majlis berbuka di pelbagai Pusat Islam di negara-negara tersebut menjadi sangat menarik kerana biasanya mereka terdiri dari komuniti muslim antarabangsa yang melibatkan kaum muslimin beraneka keturunan dan bangsa. Kemudian anggota masyarakat masing-masing menyumbangkan makanan khas Negara masing-masing.


Subhanallah..!


Suatu pemandangan yang sungguh menyentuh hati. Berhimpunlah mereka iaitu muslim yang beraneka warna kulit, bangsa dan bahasa duduk dalam suatu majlis dengan hidangan yang berlatar belakangkan aneka selera antarabangsa.


Semua duduk bersama diikat oleh rasa cinta dan persaudaraan yang dikenali dengan "Al-Ukhuwwah Al-Islamiyyah" iaitu persaudaraan Islam. Duduk bersama di rumah Allah ta'ala yang merupakan Tuhan kepada orang kulit putih mahupun kulit hitam, Tuhan orang Arab mahupun bukan Arab. Semuanya berhimpun semata-mata untuk mengharapkan rahmat dan redha Allah ta'ala, Tuhan Yang Maha Esa.


Kemudian biasanya kegiatan berbuka puasa di Pusat Islam seperti di atas dijadikan kegiatan "open house" atau rumah terbuka. Maknanya acara tersebut mengundang dan membuka diri bagi kehadiran masyarakat setempat sekalipun mereka bukan muslim. Perkara ini diharapkan dapat menjadi wasilah mengajak mereka mengenali bahkan tertarik dengan ajaran Islam yang penuh dengan nilai-nilai persaudaraan dan cinta yang hakiki.


Hasil penyelidikan membuktikan bahawa seringkali hidayah Allah ta'ala tercurah pada ketika itu sehingga tidak pelik apabila setiap undangan terbuka acara berbuka puasa seperti di atas menyebabkan ada sahaja orang Amerika, Eropah atau Australia yang kemudiannya tersentuh hati lalu masuk Islam kerana memang hanya ajaran Islamlah yang benar-benar sanggup menghimpun dan menyatukan umat manusia dari aneka latar belakang, warna kulit, bahasa, suku, keturunan dan bangsa. Maha Benar Allah ta'ala ketika berfirman:

"Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS Al-Hujuraat : 13)


Maknanya, umat Islam di negara-negara seperti Amerika, Eropah dan Australia sangat kreatif sehingga sanggup memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai wasilah berdakwah mengajak kalangan bukan muslim masuk ke dalam rahmat Allah ta'ala, yakni Al-Islam.


Persoalannya :

"Tidakkah kita yang mempunyai penduduk majoriti muslim di negara ini semestinya lebih sanggup lagi untuk merebut hati warga bukan muslim di negara ini melalui pemanfaatan bulan Ramadhan?"

Jawapannya : Semestinya boleh....


Selain itu Ramadhan juga merupakan bulan yang bertaburan dengan rahmat Allah ta'ala. Inilah bulan di mana musuh Allah ta'ala dan musuh orang-orang beriman (yakni syaitan) dibelenggu, pintu-pintu neraka tertutup dan tidak satu pun dibiarkan terbuka sedangkan pintu-pintu syurga dibuka dan tidak satu pun yang tertutup.
Rasulullah saw bersabda:


"Bila tiba malam pertama bulan Ramadhan para syaitan dibelenggu, maksudnya jin. Dan pintu-pintu neraka ditutup dan tidak satupun yang dibuka dan pintu-pintu syurga dibuka dan tidak satupun yang ditutup." (HR At Tirmidzi)


Hadis Nabi saw di atas membuatkan kita mengerti mengapa setiap kali memasuki bulan Ramadhan umat Islam mengalami transformasi penampilan yang begitu penting.


Sedarkah kita bahawa ini semua hanya membuktikan betapa hebatnya Allah ta'ala mencurahkan rahmat-Nya bagi umat manusia yang beriman di bulan Ramadhan?


Maka seharusnya kita merenungi fakta ini dalam tafakkur kita. Maka adalah sayugianya kita memanfaatkan detik berharga ini untuk melaksanakan aktiviti terbaik yang Allah ta'ala perintahkan kita melakukannya. Sudah sepatutnya dalam suasana "banjir" rahmat dan keberkatan dari Allah ta'ala ini, kita umat Islam mengingati kembali firman-firman Allah ta'ala berikut:

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah ta'ala, mengerjakan amal yang soleh, dan berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri (kaum muslimin)." (QS Fushilat : 33)

"Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS An Nahl : 125)


Pernahkah kita mencuba untuk menimbulkan rasa empati kepada orang-orang bukan muslim di bulan Ramadhan terutama orang-orang yang selama ini kita anggap tidak mempunyai masalah dengan kita ertinya, mereka tidak termasuk golongan "kafir harbi" (orang kafir yang memusuhi Islam). Tahukah kita bahawa bila tiba bulan Ramadhan, orang-orang seperti ini, hatinya cukup tersentuh menyaksikan umat Islam yang sedang mengalami transformasi penampilan yang bermakna.


Kenapa?

Ini adalah kerana di dalam diri mereka pun ada aspek fitrah atau kemurnian jiwa yang ditanamkan oleh Allah ta'ala sedangkan fitrah manusia sentiasa cenderung kepada kebaikan.


Fitrah manusia adalah sesuatu yang mampu mengenal pasti mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk.


Maka ketika orang-orang bukan Muslim yang bukan musuh ini menyaksikan umat Islam tiba-tiba menjadi rajin beribadah, membaca kitab suci, memperbanyakkan sedekah dan menampilkan perpaduan sosialnya, nescaya di dalam diri mereka muncul perasaan terharu kalaupun tidak dapat dikatakan rasa cemburu. Mereka menjadi cemburu kerana sesungguhnya mereka juga ingin merasakan perkara yang serupa. Itulah sebabnya mengapa sebahagian mereka bahkan ada yang secara ikut-ikutan turut sama "berpuasa" bersama umat Islam.


Maka, dalam detik penuh rahmat dan berkat dari Allah ta'ala ini, mengapa kita tidak cuba memanfaatkannya serta terus menawarkan kepada mereka semuanya untuk masuk ke dalam rahmat Allah ta'ala di bulan yang baik ini?


Sampaikanlah kalimat yang biasa Nabi saw sampaikan:

"Aslim Taslam" ertinya "Masuk Islamlah engkau, niscaya engkau bakal selamat di dunia dan di akhirat."


Dengan kedatangan bulan yang penuh rahmat ini, marilah kita bersungguh-sungguh berperanan menjadi penyebar rahmat Allah ta'ala sebagaimana yang diisyaratkan di dalam Al-Qur'an:

"Dan tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad saw) melainkan agar menjadi rahmat bagi semesta alam." (QS Al-Anbiyaa : 107)


Inilah hakikat sebenarnya umat Islam menjadi rahmat bagi segenap alam semesta. Kita berusaha untuk berkongsi nikmat yang paling mahal yang dianugerahkan oleh Allah ta'ala, iaitu nikmat iman dan Islam.


Ini adalah kerana kita tidak ingin masuk syurga bersendirian. Kita ingin seramai mungkin manusia turut bersama menuju rahmat dan syurga Allah swt dan untuk meraih rahmat dan syurga Allah swt, tidak ada jalan lain selain dari jalan yang telah ditempuh oleh Nabi Muhammad saw iaitu dengan cara berda'wah kepada manusia dengan menampilkan akhlak yang terbaik sehinga rahmat ini dapat dirasakan dan dikecapi oleh seluruh umat manusia sehingga hari Qiamat.




Ya Allah, kami memahami betapa luasnya rahmat dan keampunan-Mu di bulan Ramadhan. Berilah kekuatan kepada kami untuk kami mampu menarik rahmat dan keampunan-Mu itu dengan amal-amal soleh kami serta doa-doa kami. Kami juga mengharapkan semoga amal-amal kami yang naik ke atas di terima oleh-Mu manakala rahmat dan keampunan-Mu tercurah ke bawah dengan sebanyak-banyaknya menerusi jalur lebar yang tidak bertepi di bulan Ramadhan yang penuh berkat.

Ameen Ya Rabbal ‘Alameen~



--dikongsikan dari email--

[17 Syaaban 1431H 29 Julai 2010]