| Pengembara . Sebuah . Perjalanan |

"Sesungguhnya seseorang Muslim itu apabila berjalan di Jalan Dakwah, ia tidak berjalan dengan hatinya sahaja tetapi dibawa bersama hati saudara-saudaranya. Justeru itu, setiap pahala yang didapati di sepanjang perjalanannya, pasti akan terbias untuk saudara perjuangannya.."

Pages

Lilypie Kids Birthday tickers

Popular Posts

Nak tahu tentang Empat Perkara?

Bismillah..


InsyaAllah, nak berkongsi kata-kata dari para hukama' mengenai "Empat Perkara Yang Lebih Baik Daripada Empat Perkara" dan "Empat Perkara Yang Lebih Buruk Daripada Empat Perkara".


Dari sebahagian para hukama' berkata :


“Empat hal berikut adalah baik, namun empat lainnya lebih baik daripadanya, iaitu rasa malu dari laki-laki adalah baik namun bagi wanita lebih baik, sikap adil dari setiap orang adalah baik namun dari para pemimpin lebih baik, taubat dilakukan orang tua itu baik namun dilakukan orang muda lebih baik dan kedermawanan bagi diri orang kaya itu baik namun bagi diri orang fakir lebih baik.”


Baik disini adalah suatu tingkatan kualiti, dimana terpuji di dunia dan mendapat pahala di akhirat.


1) Malu adalah merendahnya hati kerana khuwatir tercela.

2) Adil adalah sikap yang tepat secara proporsional, tidak terlalu lebih dan tidak terlalu kurang.

3) Taubat adalah kembali kepada Allah, menanggalkan setiap ikatan dosa untuk kemudian menunaikan seluruh hak Allah (ibadah).

4) Kedermawanan adalah memberikan sesuatu yang sebaiknya tanpa mengharapkan imbalan.



“Empat hal berikut adalah buruk tapi empat lagi lebih buruk, ialah: Dosa itu buruk pada diri pemuda tapi lebih buruk pada diri orang tua, kesibukan duniawi pada diri orang bodoh itu buruk tapi lebih buruk pada diri orang alim, malas beribadah pada setiap orang itu buruk tapi lebih buruk pada diri ulama dan para penuntut ilmu, sombong itu buruk pada diri orang kaya tapi lebih buruk pada diri orang fakir.”


Buruk adalah tingkat kualiti dimana tercela di dunia dan mendapat siksa di akhirat.


Adanya kesibukan duniawi itu lebih jelek pada diri orang alim, sebagaimana yang di sebutkan dalam hadith:


“Barangsiapa bertambah ilmunya tapi tidak bertambah zuhudnya, maka hanya bertambah jauh dari Allah saja.”


Wallahua'lam..


Sumber : Terjemahan Kitab Nashaihul ’Ibaad – Menjadi Santun dan Bijak

1 pendapat pemerhati pengembaraanku:

ya ALLAH.... :(